KEHIDUPAN INDONESIA PADA MASA JEPANG
SYAFIRA SITI AULIANNISA
AJENG AYUDITHA FAOZI
XI MIPA 3
1. Mengidentifikasi mengenai masa awal kedatangan Jepang dengan membuat garis waktu kedatangan Jepang
Jepang
pertama kali tiba di Indonesia mendarat di Tarakan, Kalimantan Timur pada
tanggal 11 januari 1942. Selanjutnya, Jepang berhasil menguasai Kota Balikpapan
(24 Januari 1942), Pontianak (29 Januari 1942), Samarinda (3 Februari 1942),
dan Banjarmasin (10 Februari 1942). Pada tanggal 4 Februari 1942, Ambon
berhasil diduduki Jepang, kemudian dilanjutkan pada tanggal 16 Februari 1942
menguasai Palembang dan sekitarnya. Setelah berhasil menguasai wilayah luar
Jawa, Jepang kemudian memusatkan serangannya ke Pulau Jawa. Pada tanggal 28
Februari 1942, Jepang berhasil mendarat di tiga tempat sekaligus, yaitu di
Teluk Banten, di Eretan Wetan (Jawa Barat) dan Kragen (Jawa Tengah). Serbuan
tentara Jepang ke Indonesia yang demikan besar dan cepat membuat tentara
Belanda tidak mampu bertahan. Akhirnya, pada tanggal 8 Maret 1942 Gubernur
Jenderal A.W.L.Tjarda van Starkenborgh Stachouwer dan beberapa petinggi militer
Belanda datang ke Kalijati, Subang, Jawa Barat bertemu dengan Letnan Jenderal
Hitoshi Imamura. Belanda menyatakan menyerah tanpa syarat terhadap Jepang.
Dalam penyerahan kekuasaan atas Indonesia tersebut, Belanda diwakili oleh
Letnan Jendral Ter Poorten dan Jepang diwakili oleh Letnan Jenderal Immamura.
Sejak saat itu, Indonesia dikuasai oleh Jepang.
SUMBER : https://www.markombur.com/2021/08/soal-dan-jawaban-materi-kehidupan_11.html
2. Menjelaskan faktor yang menyebabkan Jepang melakukan kolonialisme dan imperialisme di Indonesia
Makna kolonialisme adalah paham tentang penguasaan oleh suatu negara atas daerah atau bangsa lain dengan maksud untuk memperluas negara itu. Faktor penyebab, yaitu Tujuan utama Jepang menduduki Indonesia adalah untuk menguasai sumber-sumber alam, terutama minyak bumi, guna mendukung potensi perang Jepang serta mendukung industrinya. Jawa dirancang sebagai pusat penyediaan bagi seluruh operasi militer di Asia Tenggara, dan Sumatera sebagai sumber pasokan minyak utama.
Imperialisme
adalah sistem politik yang bertujuan menjajah negara lain untuk mendapatkan kekuasaan dan keuntungan yang lebih besar.
Faktor penyebab
- Terjadinya
Kelaparan di Negeri Jepang
- Jepang
Butuh Lahan Pasar dan Lahan Penanaman Modal
- Produk Jepang Terhalang Oleh Kuota Impor
- Pekerja Jepang Terbengkalai di Negeri Orang
- Adanya
ajaran Hakko I Chiu
SUMBER : https://tulisan.fadillaharsa.id/2019/08/faktor-pendorong-jepang-menjadi-negara-imperialis/
3. Menganalisa
kehidupan sosial politik ekonomi budaya masa Jepang
Kehidupan sosial masa Jepang
Pemerintahan Jepang saat itu
mencetuskan kebijakan tenaga kerja romusha. Pengerahan
romusha menjadi sebuah keharusan, bahkan paksaan. Hal tersebut membuat rakyat Indonesia
menjadi sengsara. Rakyat dipaksa membangun semua sarana perang yang ada di Indonesia.
Selain di Indonesia, rakyat juga dikerjapaksakan sampai ke luar negeri. Ada
yang dikirim ke Vietnam, Burma (sekarang Myanmar), Muangthai (Thailand), dan
Malaysia. Semua dipaksa bekerja sepanjang hari, tanpa diimbangi upah dan
fasilitas hidup yang layak. Akibatnya, banyak dari mereka yang tidak kembali
lagi ke kampung halaman karena sudah meninggal dunia.
Selain romusha, Jepang juga
membentuk Jugun
Ianfu. Jugun Ianfu adalah tenaga kerja perempuan yang direkrut dari
berbagai Negara Asia seperti Indonesia, Cina, dan korea. Perempuan-perempuan
ini dijadikan perempuan penghibur bagi tentara Jepang. Sekitar 200.000
perempuan Asia dipaksa menjadi Jugun Ianfu.
Kehidupan politik masa Jepang
Pada masa pendudukan Jepang,
pemerintah Jepang selalu mengajak bekerja sama golongan-golongan nasionalis.
Hal ini jelas berbeda dibandingkan pada masa pemerintahan Hindia-Belanda. Golongan
nasionalis mau bekerja sama dengan pemerintahan Jepang karena Jepang banyak
membebaskan pemimpin nasional Indonesia dari penjara, seperti Soekarno, Hatta,
dan juga Sjahrir.
Jepang mengajak kerja sama
golongan nasionalis Indonesia, Karena Jepang menganggap bahwa golongan
nasionalis ini memiliki pengaruh besar terhadap masyarakat Indonesia. Saat itu,
Wakil Kepala Staf Tentara Keenam Belas, Jenderal Harada Yosyikazu, bertemu
dengan Hatta untuk menyatakan bahwa Jepang tidak ingin menjajah Indonesia,
melainkan ingin membebaskan bangsa Asia. Karena itulah Hatta mererima ajakan
kerja sama Jepang. Akan tetapi, Sjahrir dan dr. Tjipto Mangunkusumo tidak
mererima tawaran kerja sama Jepang.
Kehidupan ekonomi masa Jepang
Sewaktu Indonesia masih di
bawah penjajahan Jepang, sistem ekonomi yang diterapkan adalah sistem ekonomi
perang. Saat itu Jepang merasa penting untuk menguasai sumber-sumber bahan
mentah dari berbagai wilayah Indonesia. Tujuan Jepang melakukan itu, untuk
menghadapi Perang Asia Timur Raya. Kebijakan ekonomi Indonesia era pendudukan
Jepang:
- Menyita
aset-aset ekonomi yang penting
- Adanya
kebijakan self-sufficiency
- Melakukan pengawasan yang ketat dalam bidang ekonomi
Kehidupan budaya masa Jepang
Pemerintahan Jepang pernah
mencoba menerapkan kebudayaan memberi hormat ke arah matahari terbit kepada
rakyat Indonesia. Dalam masyarakat Jepang, kaisar memiliki tempat tertinggi,
karena diyakini sebagai keturunan Dewa Matahari. Nah, Jepang berusaha
menerapkan nilai-nilai kebudayaannya kepada bangsa Indonesia. Tetapi langsung
mendapat pertentangan dan perlawanan dari masyarakat di Indonesia. Bangsa kita
ini hanya menyembah Sang Pencipta, yaitu Tuhan Yang Maha Esa mana mungkin
setuju memberi hormat dengan membungkukkan punggung dalam-dalam (seikerei) ke
arah matahari terbit.
Dahulu, para seniman dan
media pers kita tidak sebebas sekarang. Pemerintahan Jepang mendirikan pusat
kebudayaan yang diberi nama Keimin Bunkei Shidoso. Lembaga ini yang kemudian
digunakan Jepang untuk mengawasi dan mengarahkan kegiatan para seniman agar
karya-karyanya tidak menyimpang dari kepentingan Jepang. Bahkan media pers pun
berada di bawah pengawasan pemerintahan Jepang.
SUMBER : https://www.ruangguru.com/blog/kehidupan-bangsa-indonesia-masa-pendudukan-jepang
keren batt
BalasHapus